Loading...

Tim Pendukung

Home / Tim  / Tim Pendukung

Anak Agung Istri

Bergabung dengan YLAI sejak November 2016 sebagai pelatih paruh waktu yang secara aktif terlibat dalam program pelatihan guru, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan sekolah. Latar belakangnya yang hampir 8 tahun sebagian besar mengajar Bahasa Indonesia untuk anak-anak usia dini membuat ia sangat jengah dengan minimnya bahan-bahan bacaan Bahasa Indonesia untuk anak-anak. Oleh karena itu, bergabung dengan YLAI yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di sekolah-sekolah di Indonesia membuat Agung merasa bahwa ia ikut ambil bagian dalam pendidikan di Indonesia.


Ayu Sugati

Ayu Sugati adalah Kepala Sekolah SD dan dia ingin mendalami minatnya menulis untuk anak-anak. Kesempatan itu datang ketika dia mengikuti lokakarya penulis yang diadakan oleh Room to Read. Hasilnya adalah karya pertamanya, Raka Bangga, sebuah kisah yang menggambarkan kehidupan anak-anak di desa pesisir tempat kelahirannya di Bali.


Nyoman Sri Utami

Nyoman Sri Utami adalah guru sekolah dasar yang sangat peduli akan kondisi perkembangan literasi siswa kelas awal. Bersama YLAI dia telah mengembangkan paket buku bacaan berjenjang. Dia telah menyusun 68 dari 75 judul buku bacaan berjenjang dan menyusun  buku panduan guru untuk paket tersebut.


Ni Komang Dwi Eka Yuliati

Eka Yuliati telah menjadi guru untuk anak usia dini dan orang dewasa selama sembilan tahun. Dia mencintai membaca dan gemar membacakan cerita untuk anak-anak. Eka berharap bahwa melalui cerita pertamanya.


Aini Abdul

Aini Abdul adalah penggagas program Ransel Buku untuk mempromosikan lingkungan dan pendidikan kesehatan. Dia mengajarkan membaca kepada anak-anak di desa-desa dekat sungai Rungan dan Kahayan, Kalimantan. Dia suka menulis dan ingin menulis sebuah buku tentang anak-anak desa di Kalimantan suatu hari nanti.


Kusumadewi Yuliani

Kusumadewi Yuliani adalah seorang guru sekolah dasar dan penulis. Ia telah menulis beberapa cerita untuk Yayasan Literasi Anak Indonesia. Ia juga memenangkan penghargaan utama dari Samsung Kids Time Authors’ Award 2016 untuk karyanya dalam program Room to Read AcceleratorTM 2015 yang berjudul Lautkah Ini?.


Erni Hastuti

Erni Hastuti adalah seorang guru sekolah dasar dan mencintai membaca sejak kecil. Setelah mengikuti lokakarya penulis yang diadakan oleh Room to Read, dia menulis buku cerita bergambarnya yang pertama, Poni Jangan Lari. Erni berharap bahwa pembaca akan menikmati petualangan dalam buku cerita ini.


Debby Lukito Goeyardi

Debby Lukito Goeyardi adalah penulis buku anak dan remaja. Salah satu karyanya adalah Waktunya Cepuk Terbang yang diterbitkan melalui program Room to Read AcceleratorTM 2015 dan meraih juara kedua dalam ajang Samsung KidsTime Authors’ Award 2016 di Singapura. Finalis Hidden Eco Hero 2015 dari Tunza Eco-Generation & UNEP ini memiliki harapan untuk menjadi penggiat literasi.


Fransisca Emilia

Fransisca Emilia gemar menikmati alam dan mengunjungi desa. Emil membagi pengalamannya kepada anak-anak melalui cerpen dan artikel. Karya-karyanya yang sebagian besar bertema lingkungan dan kebudayaan telah dimuat di berbagai media nasional. Melalui buku pertamanya yang disusun bersama YLAI, Di Mana Adik?, Emil berharap anak-anak lebih mengenal dan mencintai kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.


Widya Ross

Widya Ross mulai menulis buku anak sejak tahun 2010 dan lima buah karyanya sudah diterbitkan. Widya juga bekerja sama dengan Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat buku anak tentang pengenalan budaya Indonesia. Dia berharap kisah Hari yang Melelahkan bisa menghibur dan membuat anak-anak menjadi ceria.


Diani Apsari

Diani Apsari telah membuat ilustrasi untuk cerita pendek, novel, dan buku cerita anak-anak. Dia telah menyelesaikan gelar master untuk jurusan Desain di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Diani melahirkan bayi laki-laki ketika dia tengah menyelesaikan ilustrasi Raka Bangga. Dia suka membacakan cerita untuk Bara, anaknya. Dia berharap bahwa Bara akan mengembangkan kebiasaan membacanya hingga dewasa.


Chike Tania

Chike Tania adalah ilustrator muda berbakat dan baru lulus dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia suka menggambar karakter raksasa sehingga dia bersemangat untuk membuat ilustrasi untuk kisah Jana Tak Mau Tidur.

Chike juga ikut mendukung YLAI sebagai designer dalam proyek pengembangan buku cerita bergambar bersama Room to Read untuk siklus pertama di fase yang kedua (2016-2017).


Fanny Santoso

Chike Tania adalah ilustrator muda berbakat dan baru lulus dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia suka menggambar karakter raksasa sehingga dia bersemangat untuk membuat ilustrasi untuk kisah Jana Tak Mau Tidur.

Chike juga ikut mendukung YLAI sebagai designer dalam proyek pengembangan buku cerita bergambar bersama Room to Read untuk siklus pertama di fase yang kedua (2016-2017).


Anna Triana

Anna Triana mengembangkan minatnya dalam menggambar buku anak-anak saat belajar di Institut Teknologi Bandung, jurusan Desain Komunikasi Visual. Dalam proyek akhirnya di ITB, dia mengembangkan sebuah teknik ilustrasi yang terinspirasi oleh batik Indonesia. Anna menggunakan teknik ini dalam membuat ilustrasi untuk cerita Lautkah Ini?


Endah Pamulatsih

Endah Pamulatsih lulus dari Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia memulainya dengan mendesain banyak sampul buku untuk beberapa penerbit. Kini Endah telah membuat ilustrasi untuk beberapa judul buku cerita bergambar untuk anak